Wahai Calon Suamiku, Jemput Aku Menjadi Bidadarimu
Foto: Nurul Mutmainna Z. Untukmu calon imam, kau yang termasuk dalam perjanjian ini, dirimu masih rahasia penciptamu, rahasia yang telah ditentukan untukku, yang perlu kusingkap dengan segunung taubat dan sepenuh sungguhan sujudku, hanya jambatan istikharah jua yang bisa diaksesai rahasiaku ini. Ketahuilah wahai mujahidku, mengerti namamu tidak menjadi idamanku, diminta untuk melihat wajahmu, menggeletar diri ini difasilitasi oleh azab Allah Justru diri ini sangat bersyukur karena masih tidak ditakdirkan sembarang pertemuan antara kita, ku bimbang danai terjadi pertemuan itu sebelum lafaz akad darimu, sungguh kita harus melalui pemeriksaan Allah. Ya Tuhan kami lindungi kami. Biarlah lama, yang ku tunggu bukan dirimu, tetapi yang ku tunggu adalah lafaz akad yang akan membimbing dirimu ke Jannah Allah. Apalah artinya perasaan terima kasih yang bersemi untukmu calon suamiku danai maharnya bukan kemampuanmu untuk mendidikku menjadi mujahidah yang meminta Dia lebih ...